TR News - Lembaga Talago Batuah RI selama lebih dari lima tahun terakhir konsisten menjalankan program wakaf lampu PJU sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan pencahayaan di masjid, musholla, dan pesantren. Program ini lahir dari kebutuhan masyarakat pedalaman yang menginginkan penerangan layak untuk beribadah dan belajar, terutama di kawasan desa mitra yang sejak lama menjalin kerja sama dengan lembaga.
Permintaan lampu biasanya datang dari pengurus masjid atau musholla. Namun, tidak semua bisa langsung dipenuhi. Ada lokasi yang harus menunggu dua hingga tiga tahun sebelum lampu terpasang, karena dana wakaf belum terkumpul sepenuhnya. Proses ini dilakukan dengan seleksi ketat agar penerangan benar-benar tepat sasaran.
Dana wakaf dikumpulkan rutin dari anggota LTB-RI yang memiliki latar belakang mapan bagi yang mau saja, terutama para pengusaha, yang bersedia secara sukarela untuk mewakafkan hartanya. Dukungan dari kalangan ini membuat program dapat berjalan berkesinambungan. Sejak awal hingga kini, jumlah lampu yang dipasang sudah tidak terhitung lagi, dengan total anggaran mencapai ratusan juta rupiah yang tersebar ke banyak masjid, musholla, dan pesantren di berbagai wilayah.
Pengurus masing-masing wilayah turut berperan aktif dengan mengantarkan langsung wakaf lampu PJU ke lokasi penerima. Cara ini bukan hanya memastikan transparansi, tetapi juga memperkuat kedekatan antara lembaga dan masyarakat desa mitra.
Ketua Umum Lembaga Talago Batuah RI, Adv. Yan Salam Wahab, S.HI., M.Pd., menegaskan:
"Kami memilih lampu PJU karena itulah permintaan masyarakat setempat. Wakaf lampu ini sudah menyebar di kawasan Provinsi Jambi dan Bengkulu, dengan sasaran utama wilayah mitra LTB-RI, yaitu desa-desa yang sejak lama menjalin kerja sama dengan lembaga". ujar Yan "Khusus untuk pesantren biasanya kami dahulukan, karena masjid dan musholla di sana benar-benar hidup dengan santrinya. Mereka butuh penerangan untuk menuju ke masjid." Imbuhnya lagi "pada dasarnya program.ini untuk memotivasi kawan-kawan dI lembaga Berwakaf"
Sasaran penerima lampu memang difokuskan pada kawasan mitra LTB-RI, yakni desa-desa yang telah lama mendukung program lembaga. Dengan adanya penerangan, masjid, musholla, dan pesantren di desa terpencil kini dapat menjadi pusat kegiatan ibadah dan pendidikan yang lebih hidup, sekaligus memperkuat ikatan kerja sama antara masyarakat pedalaman dan lembaga. (NN)










Tidak ada komentar:
Write komentar