Sports

.
Tampilkan postingan dengan label Bungo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bungo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Agustus 2025

M. Ilham Pradipta Diseret dan Dibunuh: Dendam Penolakan Hutang Rp13 Miliar dari Crazy Rich Rimbo Bujang Tebo

 

Video Dwi Hartono
TR News - Parkiran sebuah supermarket di Bekasi mendadak jadi panggung penculikan. Muhammad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, diseret dua pria bertubuh kekar. Ia meronta, berteriak, tapi tak ada yang berani menolong. Dalam hitungan menit, ia lenyap. Video CCTV viral. Publik geger. Tapi satu pertanyaan menggantung: siapa dalangnya?


Nama yang muncul kemudian mengejutkan banyak pihak. Dwi Hartono, pengusaha flamboyan asal Rimbo Bujang, Jambi. Sosok yang selama ini dikenal sebagai motivator bisnis, pendiri yayasan beasiswa, dan bintang tamu acara kampung. Ia tampil glamor, penuh senyum, dan sering memberi ceramah tentang kesuksesan. Tapi di balik dasi mahal dan panggung motivasi, tersimpan dendam Rp13 miliar yang membara.

Motif akhirnya terkuak. Dwi Hartono mengajukan permohonan pinjaman Rp13 miliar ke BRI. Tapi permohonan itu fiktif. Tidak ada jaminan. Tidak ada portofolio bisnis yang kredibel. Ilham menolak. Bukan karena benci pribadi, tapi karena memang tidak layak. Bank BUMN tidak didirikan untuk menyalurkan kredit bohongan. Namun bagi Dwi, penolakan itu adalah tamparan di tengah keramaian. Harga dirinya jatuh bebas. Egonya remuk. Psikolog menyebut kondisi ini sebagai “narsistik terluka”—ketika seseorang yang terbiasa dipuja merasa hancur saat citranya ditolak.


Dwi, yang terbiasa menjadi sang pemberi—pemberi beasiswa, pemberi ceramah, pemberi bingkisan—tidak siap ketika dirinya meminta dan ditolak. Terutama Rp13 miliar yang ia anggap sebagai tiket emas ke panggung bisnis berikutnya. Dalam pikirannya, penolakan itu bukan sekadar soal uang, melainkan penghinaan eksistensial. Seolah-olah Ilham berkata, “Hartono, engkau bukan siapa-siapa.” Dan bagi seorang narsis, kata-kata tak terucap itu lebih menyakitkan dari penjara itu sendiri.

Dari titik itu, narasi hidupnya melompat ke arah gelap. Dwi tidak mencari konselor psikologi, melainkan mencari debt collector. Ia membayar orang-orang itu agar menculik Ilham, menjadikan kepala cabang bank itu simbol korban dari harga diri yang terluka. Sebuah video viral bahkan memperlihatkan bagaimana Ilham diseret di parkiran supermarket, sebuah tontonan horor yang lebih nyata daripada film thriller.


Kematian Ilham di Bekasi menandai puncak dari drama psikologis yang gagal diolah. Seorang motivator bisnis, yang konon selalu berkata “jangan menyerah meski gagal,” justru menyerah pada amarah pribadi dan melampiaskannya dengan darah. Di sinilah absurditas terasa begitu telanjang. Sebuah kredit fiktif Rp13 miliar, yang mestinya hanya menjadi dokumen ditolak lalu dilupakan, justru berubah menjadi tragedi kemanusiaan.


Polisi menekankan bahwa motif ini masih dalam pendalaman. Bisa jadi ada jaringan lain. Bisa jadi ada skema lebih busuk. Tetapi publik keburu yakin bahwa penolakan itulah detonator utama. Psikologi sosial mengajarkan, seseorang yang terbiasa dipuja akan lebih sulit menerima kritik atau penolakan. Dwi Hartono, yang hidupnya dibangun di atas panggung citra glamor, akhirnya tak kuasa menelan kenyataan bahwa ada satu orang yang berani mengatakan “tidak” padanya.


Inilah hasilnya. Seorang malaikat beasiswa kini menjelma jadi tersangka pembunuhan, hanya karena Rp13 miliar tak cair. Dari perspektif psikologi, ini tragedi narsisme yang gagal diatur. Dari perspektif publik, ini lelucon pahit: seorang motivator ternyata butuh motivasi agar tidak berubah jadi algojo.


Masyarakat akan terus mengawal kasus ini. Karena di balik angka Rp13 miliar, ada nyawa yang hilang, ada citra yang runtuh, dan ada pelajaran pahit tentang betapa rapuhnya manusia di balik dasi mahal. (AAH)









Rabu, 23 April 2025

Desa-Desa di Jambi Raih Rp1 Miliar Per Desa dari Perdagangan Karbon Ke PBB Melalui Kerjasama LSM

 


Fajarbangsa -
Desa-desa di Jambi berhasil memanfaatkan perdagangan karbon sebagai solusi untuk pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kualitas SDM pemimpin desa, yang berperan aktif dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan membangun tata kelola yang transparan. Selain itu, terbuka terhadap kerjasama dengan LSM turut menjadi kunci utama dalam mendukung program perdagangan karbon ini.

Melalui dukungan LSM seperti Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI, desa-desa di kawasan Hutan Lindung Bukit Panjang Rantau Bayur (Bujang Raba), Kabupaten Bungo, mampu menjaga tutupan hutan sekaligus memperoleh imbal jasa lingkungan dari pasar karbon internasional. Desa seperti Lubuk Beringin, Sangi Letung, Senamat Ulu, Laman Panjang, dan Sungai Telang telah mengelola hutan mereka melalui skema perhutanan sosial, menjaga ribuan ton karbon setiap tahun. Dana yang terkumpul mencapai **Rp1 miliar per desa**, digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, penyediaan sembako, dan operasional kelompok pengelola hutan desa.


Kualitas kepemimpinan yang strategis, terbuka terhadap inovasi, dan kolaborasi dengan LSM menjadi kombinasi yang menghasilkan dampak ekonomi langsung sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pelestarian lingkungan. Desa-desa di Jambi menjadi bukti bahwa kerja sama yang baik mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan untuk semua pihak. (Red)



Minggu, 30 Maret 2025

Kadis LH Kota Sungai Penuh Pimpin Aksi Pembersihan Pasar Tanjung Bajure Menjelang Idul Fitri

 

Video : Pembersihan Pasar.Tanjung Bajure

Fajarbangsa - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh, Wahyu Rahman Dedi, SE, M.Si, memimpin langsung aksi pembersihan di Pasar Tanjung Bajure, yang menjadi pusat perhatian untuk kebersihan kota. Kegiatan ini melibatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk LSM Talago Batuah, yang turut membantu jalannya aksi tersebut.  


Wahyu Rahman Dedi memimpin langsung koordinasi aksi pembersihan dengan mengerahkan 9 armada truk untuk mengangkut sampah. Kehadirannya di lapangan menjadi bukti nyata dedikasi beliau dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.  

Dalam kegiatan ini, LSM Talago Batuah memberikan dukungan penuh melalui mobilisasi tenaga kerja dan sumber daya. Dipimpin oleh Kang Hery, LSM tersebut membantu memastikan seluruh sampah di Pasar Tanjung Bajure dapat diangkut dengan cepat. Kolaborasi antara DLH Kota Sungai Penuh dan LSM Talago Batuah menunjukkan semangat gotong royong untuk kebersihan lingkungan.  


Aksi ini tidak hanya bertujuan untuk menjelang hari raya, tetapi juga mencerminkan komitmen jangka panjang Wahyu Rahman Dedi terhadap kebersihan lingkungan. Beliau menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan organisasi masyarakat.  


Masyarakat Sungai Penuh memberikan apresiasi atas upaya Kadis LH dan dukungan LSM Talago Batuah. Banyak yang berharap langkah ini menjadi inspirasi untuk program kebersihan berkelanjutan, terutama di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas sehari-hari.  


Dengan kepemimpinan Wahyu Rahman Dedi dan dukungan dari LSM Talago Batuah, aksi pembersihan ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama yang baik dapat memberikan dampak positif bagi kota dan warganya.  (KH)

Jumat, 12 Februari 2016

Rekaman CCTV Balapan Lamborghini Vs Ferrari di Surabaya

 




VA.com, Surabaya. Video – Kamera pengawas berhasil merekam aksi balapan antara Ferrari merah dengan mobil Lamborghini Gallardo yang terjadi di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, pada Minggu pagi, 29 November 2015. Waktu itu, Lamborghini Gallardo yang tengah balapan dengan Ferrari merah tiba-tiba oleng ke kiri dan menyeruduk warung STMJ di sisi kiri jalan.

Rekaman CCTV Balapan Lamborghini Vs Ferrari di Surabaya

 




VA.com, Surabaya. Video – Kamera pengawas berhasil merekam aksi balapan antara Ferrari merah dengan mobil Lamborghini Gallardo yang terjadi di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, pada Minggu pagi, 29 November 2015. Waktu itu, Lamborghini Gallardo yang tengah balapan dengan Ferrari merah tiba-tiba oleng ke kiri dan menyeruduk warung STMJ di sisi kiri jalan.