Sports

.
Tampilkan postingan dengan label KERINCI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KERINCI. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2026

Tokoh Kerinci Perantauan: Bupati Kerinci Gagal Urus Satu Desa, Bagaimana Kabupaten?

 

TR NEws - Kerinci, 20 Juli 2026 — Kritik keras datang dari tokoh Kerinci di luar daerah terhadap kepemimpinan Bupati Kerinci. Mereka menilai, kegagalan menyelesaikan konflik di Desa Semerah, Kecamatan Tanah Cogok adalah bukti nyata lemahnya kepemimpinan. “Mengurus satu desa saja tidak bisa, bagaimana bisa mengurus seluruh kabupaten?” tegas salah seorang tokoh perantauan.


Konflik di Desa Semerah telah berlangsung lebih dari empat tahun dan menimbulkan keresahan sosial yang berkepanjangan. Persoalan ini sudah berulang kali dibahas dalam rapat resmi antara DPRD Kabupaten Kerinci, unsur pemerintah daerah, dan masyarakat. Dalam rapat terakhir yang digelar pada 20 Juli 2026, DPRD menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mengeluarkan Surat Keputusan pemberhentian Kepala Desa Semerah paling lambat 20 Agustus 2026. Jika tidak, DPRD akan menggunakan Hak Angket sebagai bentuk pengawasan terhadap Bupati.


Tokoh Kerinci di perantauan menilai Bupati lebih mementingkan mempertahanokan seorang kepala desa yang sudah tidak dipercaya rakyat, ketimbang mendengar aspirasi masyarakat luas. Sikap ini dianggap sebagai pengabaian terhadap suara rakyat dan mencerminkan kepemimpinan yang tidak berpihak pada masyarakat.


Selain DPRD, Ninik Mamak Desa Semerah juga telah mengeluarkan keputusan resmi menolak kepemimpinan kepala desa. Mereka bahkan mengorganisir aksi unjuk rasa damai pada 20 Juli 2026 dengan rute menuju Kantor Bupati, DPRD, dan Kejaksaan Negeri Sungai Penuh. Aksi ini dipimpin oleh Ketua Ninik Mamak, Muhammad Ihsan, dengan jumlah peserta sekitar 200 orang.


Dengan berbagai desakan dari DPRD, tokoh adat, masyarakat, dan tokoh Kerinci di perantauan, muncul pertanyaan besar yang menggema: ada apa dengan Bupati Kerinci? Mengapa mengurus satu desa saja tidak mampu, sementara tanggung jawabnya adalah seluruh kabupaten?. (NN)



Jumat, 22 Mei 2026

Rakyat Semerah Bangkit: 3 tahun Dana Desa tidak Cair, Dinas PMD Kabupaten Kerinci Diduga Tutup Mata

 


TR News - Kerinci – Rakyat Desa Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, akhirnya bangkit. Tiga tahun dana desa tidak cair, tiga tahun rakyat menunggu tanpa kepastian. Bagi warga, ini bukan sekadar kelalaian, melainkan dugaan pembiaran yang dilakukan oleh Dinas PMD Kabupaten Kerinci.  


Suara rakyat semakin keras: “Kalau dana desa bisa ditahan bertahun-tahun tanpa solusi, itu bukan lagi masalah teknis. Itu pembiaran. Pemerintah seolah menutup mata, sementara rakyat menderita.”  

Lebih pedas lagi, isu peleburan desa justru digoreng sebagai solusi. Rakyat menolak mentah-mentah. “Yang bermasalah aparatur, bukan desa. Jangan bodoh menjadikan peleburan desa sebagai jalan keluar. Itu sama saja mengorbankan rakyat demi menutupi kegagalan aparat,” ujar warga dengan nada marah.  


Kini, kepercayaan rakyat terhadap kepala desa sudah hilang. Kepala desa tanpa dukungan rakyat ibarat kursi kosong tanpa pijakan. Kehilangan dukungan rakyat berarti kehilangan legitimasi. Kursi yang goyah diguncang rakyat bisa berubah menjadi badai yang mengancam stabilitas pemerintahan. Dan di balik semua ini, rakyat melihat jelas: Dinas PMD Kabupaten Kerinci diduga tutup mata atas masalah yang mestinya bisa selesai.  


Penutup:  

Suara rakyat Semerah adalah tamparan keras. Tiga tahun dana desa tertahan bukan sekadar angka, tapi bukti nyata kegagalan. Jangan lagi ada pembiaran. Jangan lagi ada solusi bodoh. Yang harus dibenahi adalah aparatur yang gagal, bukan desa yang menjadi korban. (NN)







Minggu, 09 November 2025

Video : Heboh... Anak 4 Tahun Asal Makassar Diculik dan Dijual, Pelaku Ditangkap di Sungai Penuh

 

Sumber Video FB Dewi Wilonna

TR News– Sungai.Penuh, Tim gabungan Satreskrim Polres Kerinci bersama Resmob Polda Jambi dan Polrestabes Makassar berhasil menangkap dua pelaku penculikan anak di Kota Sungai Penuh, Jambi. Korban, Bilqis Ramdhani (4), sebelumnya diculik di Makassar dan dijual ke Suku Anak Dalam di Kabupaten Merangin dengan harga Rp 80 juta.  


Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci menerima informasi dari Polrestabes Makassar bahwa pelaku Adefrianto Syahputra S dan Mery Ana berada di Sungai Penuh. Tim gabungan kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan lokasi penginapan pelaku di dekat Masjid Raya, Kelurahan Pasar Sungai Penuh.  

Sumber Video FB Dewi Wilonna

Pada Jumat, 7 November 2025 Di dapatkan informasi Keberadaan.pelaku, sekitar pukul 13.30 WIB, kedua pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Dari keterangan pelaku, korban telah dijual ke Suku Anak Dalam di Desa Mentawak, Merangin. Tim gabungan segera bergerak ke Merangin dan berhasil menemukan serta menyelamatkan Bilqis. Saat ini korban diamankan di Polres Merangin.  


Humas Polres Kerinci menegaskan kasus ini menunjukkan adanya jaringan besar penculikan anak antar daerah yang beroperasi lintas provinsi. Masyarakat diminta lebih hati-hati menjaga anak-anak, meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar, dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.  (NN)









Jumat, 22 Agustus 2025

Warga Pulau Pandan Tolak Kompensasi PLTA KMH, Ketegangan di Lapangan Belum Reda

 

Video : Suasana Demo di PT. KMH

TR News
- Kerinci, Jambi — 22 Agustus 2025  

Ketegangan antara masyarakat Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan dengan PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) terus berlanjut. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Danau Kerinci memicu aksi protes warga, menyusul penolakan terhadap skema kompensasi yang dinilai tidak sebanding dengan dampak pembangunan.


Warga menuntut kompensasi sebesar Rp300 juta per kepala keluarga. Mereka menyebut pembangunan pintu air (Regulating Weir) telah mengganggu ruang hidup, lingkungan, dan aktivitas ekonomi desa. PT KMH hanya menyanggupi Rp5 juta per KK, dengan alasan keterbatasan anggaran dan kewajaran nilai.

Mediasi Bupati Monadi ,Video : Live Harmo

Data Tim Terpadu mencatat sebanyak 643 KK telah menerima kompensasi, sementara 275 KK masih menolak. Ketimpangan ini menjadi pemicu utama aksi warga yang berlangsung pada 21 Agustus 2025 di Jembatan Sungai Tanjung Merindu.


Dalam aksi tersebut, massa menerobos area proyek, memblokade jalan nasional, dan melempar batu ke arah alat berat. Aparat gabungan dari Polres Kerinci, Polda Jambi, dan Kodim 0417 membubarkan massa dengan gas air mata. Beberapa warga mengalami luka ringan, dan satu unit ekskavator dilaporkan rusak.

Humas PT KMH, Aslori, menyatakan bahwa tuntutan Rp300 juta per KK tidak dapat dipenuhi. “Nilai tersebut di luar kewajaran dan tidak bisa kami akomodasi. Kompensasi Rp5 juta per KK sudah kami salurkan melalui Tim Terpadu,” ujarnya.


Bupati Kerinci, Monadi, memimpin mediasi dan mengimbau masyarakat agar menjaga ketertiban. Ia menyampaikan, “Jangan sampai perbedaan pendapat memecah persaudaraan. Mari kita jaga bersama-sama keamanan daerah.”


Aktivis dari Lembaga Talago Batuah, Yan Salam Wahab, SHi, M.Pd, menyatakan bahwa warga berhak menyampaikan keberatan terhadap dampak proyek. “Warga bukan sekadar menuntut uang. Mereka ingin hak atas ruang hidup diakui dan dihormati,” katanya. Ia menambahkan bahwa proses pembangunan sebaiknya dijalankan dengan komunikasi terbuka dan pendekatan yang menghargai keberadaan masyarakat terdampak.


Mediasi sebelumnya menghasilkan tiga komitmen: pemberian kompensasi Rp5 juta per KK, komitmen menjaga ekosistem selama pembangunan, dan ajakan menjaga ketertiban di lapangan. Namun sebagian warga menyatakan akan tetap menolak dan melanjutkan penolakan secara terbuka. Tapi jalan.yang di Blokir tetap.di buka (AAH)







Kamis, 21 Agustus 2025

Kericuhan Demo Warga Pulau Pandan Guncang Proyek PLTA KMH, Alat Berat Dirusak dan Gas Air Mata Dilepaskan

 

Video Demo Ricuh di KMH

TR News - Kerinci, 21 Agustus 2025 — Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci Merangin Hidro (KMH) diguncang aksi demonstrasi besar-besaran yang berujung ricuh, Kamis (21/8). Ratusan warga dari Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, turun ke lokasi proyek untuk menolak aktivitas pengerukan sungai dan menuntut kompensasi yang dinilai tidak layak.


Kericuhan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di area proyek dekat jembatan Desa Tanjung Batu. Massa yang didominasi ibu-ibu menerobos masuk ke zona kerja, melempari alat berat berupa ekskavator, dan memaksa pekerja menghentikan aktivitas. Aparat kepolisian yang berjaga sempat melakukan penghalauan, namun bentrok tidak terhindarkan. Polisi akhirnya melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa.

Tuntutan Warga: Kompensasi dan Perlindungan Lingkungan


Warga menyampaikan penolakan terhadap tawaran kompensasi Rp5 juta per kepala keluarga dari pihak perusahaan. Menurut mereka, nilai tersebut tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan, terganggunya akses sungai, dan dampak terhadap mata pencaharian. “Kami tidak akan berhenti sampai hak kami dipenuhi,” ujar salah satu warga di lokasi.


Mediasi Gagal Redam Ketegangan


Sebelumnya, pada 11 Agustus 2025, telah dilakukan mediasi antara warga, PT KMH, dan Tim Terpadu yang melibatkan Polda Jambi dan pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan menyatakan komitmen untuk memberikan kompensasi dan menjaga ekosistem selama pembangunan. Namun, sebagian warga menyatakan belum menerima hasil mediasi tersebut secara menyeluruh.


Desakan Evaluasi Proyek


Tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk mengevaluasi proyek PLTA KMH. Mereka menyoroti perlunya kajian ulang terhadap dampak sosial dan lingkungan, serta transparansi dalam proses kompensasi. “Pembangunan harus berpihak pada masyarakat terdampak,” kata salah satu aktivis.


Situasi Terkini


Hingga Kamis sore, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi proyek. Pihak perusahaan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, warga menyatakan akan melanjutkan aksi hingga tuntutan mereka mendapat tanggapan yang dianggap adil. (AAH)








Senin, 02 Juni 2025

Eks Karyawan Bank Jambi Bobol Rekening Nasabah Rp 7,1 Miliar, Terungkap karena Judi Online

 


FB News - Jambi, Juni 2025 – Seorang analis kredit Bank Jambi cabang Kerinci, berinisial RS, ditangkap aparat kepolisian setelah terbukti membobol dana nasabah dengan total kerugian mencapai Rp 7,1 miliar.  

Modus kejahatan yang dilakukan RS adalah dengan memanfaatkan kepercayaan nasabah untuk melakukan penarikan uang secara ilegal. Awalnya, ia dipercaya oleh seorang nasabah untuk menarik dana, lalu menggunakan kepercayaan tersebut sebagai tameng untuk mengklaim bahwa ia juga mendapat kuasa dari nasabah lain.  

Dalam aksinya, RS bahkan memalsukan tanda tangan guna mencairkan tabungan. Teller bank yang tidak menaruh curiga akhirnya mencairkan dana tersebut tanpa verifikasi lebih lanjut.  
Dana digunakan untuk judi online. Menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, AKBP Taufik Nurmandia, RS mengaku menggunakan dana hasil pembobolan untuk berjudi secara daring. Dalam satu kali sesi permainan, pelaku bisa menyetor dana dalam jumlah sangat besar.  

Depositnya bisa sampai Rp 70 juta sekali main, ungkap Taufik. Ironisnya, dari pemeriksaan terakhir, hanya tersisa saldo sebesar Rp 80.000 di rekening pribadi RS.  

Kasus ini berlangsung selama satu tahun, dari September 2023 hingga September 2024. Selama periode itu, RS menguras dana dari 27 rekening nasabah, termasuk milik mantan Bupati Kerinci, Adirozal.  

Jumlah dana yang digelapkan dari setiap rekening bervariasi, mulai dari Rp 400 juta hingga Rp 1 miliar.  

RS kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 49 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.  

Kasus ini menjadi peringatan bagi perbankan untuk lebih berhati-hati dalam sistem verifikasi transaksi, serta bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus kejahatan finansial.  (AAH)










Jumat, 30 Mei 2025

Salah Target! Oknum Ketua LSM di Kota Sungai Penuh Nekat Memeras, Malah di Tangkap

 

Tvide ersangja di Giring Ke Polres

Fajar bangsa - sungai penuh – Jika ada kompetisi untuk Pemerasan Paling Ceroboh Tahun Ini," Oknum Ketua LSM berinisial FNE mungkin akan menang telak. Bagaimana tidak? Alih-alih mencari korban yang mudah ditekan, FNE justru memilih memeras empat kepala desa yang ternyata LSM senior di Kota Sungai Penuh


Alhasil, bukannya uang yang didapat, ia malah digiring langsung ke Polres Kerinci dalam Operasi Penangkapan yang super cepat. Plot twist terbesar tahun ini! 

Proses BAP terhadap para saksi

Kronologi Penangkapan: Akhir yang Tidak Terduga. Awalnya, FNE datang dengan penuh percaya diri, bertemu dengan para kepala desa untuk "membahas proyek desa." Tapi obrolan segera berubah menjadi upaya pemerasan, dengan ancaman bahwa proyek mereka bisa bermasalah jika tidak ada "uang pelicin."  


Namun, apa yang tidak disadari oleh FNE adalah keempat kepala desa ini adalah "aktivis kawakan", yang sudah paham betul modus seperti ini. Bukannya panik, mereka justru segera menyusun "jebakan balik". Dengan bukti yang cukup, laporan segera dikirim ke polisi, dan beberapa jam kemudian, Penangkapan digelar dengan sempurna.  


Barang Bukti dan Pelaku Lain yang Sedang Dikejar  Saat Penangkapan berlangsung, polisi menemukan:  

- Dokumen yang dijadikan alat pemerasan  

- Rekaman pembicaraan yang berisi permintaan uang dengan gaya "preman"  

- Sejumlah uang tunai hasil pemerasan  


Dan yang lebih menarik—kasus ini ternyata  "belum selesai" Polisi mengonfirmasi bahwa ada beberapa orang lain yang terlibat yang saat ini sedang dalam pengejaran.  


Pesan Moral: Jangan Sok Jago Kalau Ilmunya Dangkal, Kasus ini jadi peringatan keras bagi siapa pun yang ingin bermain kotor. Jika ingin melakukan aksi pemerasan, setidaknya periksa dulu siapa korbannya. Jangan sampai salah langkah dan berakhir dengan tangan diborgol di depan umum.  


Saat ini, FNE menghadapi Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan, yang bisa berujung pada 9 tahun penjara. Dan bagi yang masih berkeliaran, polisi sedang bersiap untuk menangkap mereka satu per satu.  


Pemerasan bukan hanya tindakan kriminal, tetapi juga menunjukkan betapa buruknya etika seseorang. **Jadi, jika ada yang berpikir untuk mencoba hal yang sama—lebih baik berpikir dua kali sebelum berakhir dalam berita berikutnya (AP)  









Rabu, 21 Mei 2025

Pemadaman Listrik Berulang : Kelalaian atau Masalah Sistemik?

 

Fajar Bangsa - Pemadaman listrik yang berkepanjangan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sejak 17 Mei 2025 telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Meskipun PLN menyebutkan bahwa gangguan terjadi akibat robohnya tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Muara Hemat, Kecamatan Batang Merangin, sejumlah pihak menduga ada faktor lain yang berkontribusi terhadap krisis listrik ini.


Salah satu dugaan utama adalah kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur. Beberapa laporan menyebutkan bahwa kondisi tower transmisi sudah lama mengalami kerusakan sebelum akhirnya roboh. Jika benar bahwa perawatan tidak dilakukan secara optimal, maka hal ini bisa menjadi bentuk pelanggaran dalam pengelolaan sistem kelistrikan.

Selain itu, muncul dugaan bahwa kurangnya pengawasan terhadap jalur listrik turut memperparah situasi. PLN sebelumnya mengklaim bahwa gangguan terbaru terjadi akibat pohon terbakar di bawah jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), yang menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan. Jika benar bahwa tidak ada tindakan pencegahan terhadap potensi gangguan seperti ini, maka hal tersebut bisa dianggap sebagai kelalaian dalam manajemen risiko.


Masyarakat juga mempertanyakan transparansi PLN dalam menangani pemadaman. Sejumlah warga mengeluhkan bahwa tidak ada pemberitahuan yang jelas mengenai kapan listrik akan kembali normal, serta minimnya komunikasi dari pihak PLN terkait langkah-langkah yang sedang dilakukan. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ada masalah dalam koordinasi internal PLN yang menyebabkan pemulihan listrik berjalan lambat.


LSM Talago Batuah, yang dipimpin oleh Yan Salam Wahab, turut mendesak agar audit segera dilakukan untuk mengungkap apakah ada pelanggaran dalam pengelolaan sistem kelistrikan. 


"Pemadaman listrik yang terus terjadi sangat merugikan masyarakat. Kami menuntut agar PLN segera diaudit untuk mengungkap akar permasalahan dan menemukan solusi yang konkret. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan tanpa kepastian," ujar Yan Salam Wahab, Ketua LSM Talago Batuah.


Dengan adanya audit, diharapkan dapat ditemukan solusi jangka panjang yang lebih efektif dalam menjaga stabilitas pasokan listrik di Kerinci dan Sungai Penuh serta memastikan bahwa masyarakat tidak lagi mengalami dampak sosial yang merugikan akibat pemadaman listrik. (GA)


Senin, 19 Mei 2025

Kapolres Kerinci Diskusi dengan LSM Talago Batuah Bahas Solusi Sampah untuk mendukung Kepala Daerah

 

Fajar bangsa - Sungai Penuh—Kapolres Kerinci, AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K, menggelar diskusi bersama LSM Talago Batuah sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan strategis dalam menangani berbagai isu sosial, termasuk masalah pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh dan Kerinci.  


Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menekankan pentingnya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk LSM, dalam membantu pemerintah daerah mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan.  


"Masalah sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan organisasi seperti LSM Talago Batuah. Kami ingin mendorong kolaborasi yang lebih erat agar Kota Sungai Penuh bisa lebih bersih dan nyaman," ujar AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K..  


Ketua LSM Talago Batuah, Yan Salam Wahab, S.H.I., M.Pd, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa organisasinya siap berkontribusi dalam pengawasan dan edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah.  


"Kami melihat bahwa persoalan sampah di Kota Sungai Penuh perlu pendekatan yang lebih sistematis. Selain pengelolaan yang lebih baik, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah juga harus diperkuat," ungkapnya.  


Diskusi ini juga membahas berbagai ide, termasuk penguatan regulasi, peningkatan fasilitas pengelolaan sampah, serta kampanye kesadaran lingkungan. Kapolres dan LSM Talago Batuah sepakat untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan langkah-langkah konkret dapat segera diterapkan.  


Masyarakat berharap pertemuan ini dapat menjadi awal dari kerjasama yang lebih erat antara kepolisian, LSM, dan pemerintah daerah, sehingga masalah sampah di Kota Sungai Penuh dapat ditangani dengan lebih efektif dan berkelanjutan.  (Red)








Dandim Kerinci Tekankan Pentingnya Pertahanan Teritorial dalam Diskusi Bersama LSM Talago Batuah

 

Fajarbangsa - Kerinci—Malam ini (19/5), Dandim 0417/Kerinci, Letkol Inf Eko Budiarto, S.I.P., M.I.P., menggelar diskusi santai di rumah dinasnya bersama jajaran LSM Talago Batuah, yang dipimpin oleh Ketua Yan Salam Wahab, S.H.I., M.Pd.* untuk membahas pertahanan teritorial di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.  


Dalam pertemuan tersebut, Dandim menegaskan bahwa keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab TNI, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat.  


Pertahanan teritorial adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas daerah. Tanpa keterlibatan masyarakat, upaya pengamanan tidak akan maksimal, ujar Letkol Inf Eko Budiarto, S.I.P., M.I.P.  

Ia juga menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap potensi ancaman, baik dari dalam maupun luar wilayah. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar setiap tantangan dapat dihadapi dengan strategi yang tepat.  


Ketua LSM Talago Batuah, Yan Salam Wahab, S.H.I., M.Pd., menyambut baik arahan dari Dandim dan menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung upaya pertahanan wilayah.  


Kami di LSM Talago Batuah selalu berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, agar masyarakat lebih memahami peran mereka dalam menjaga keamanan daerah, ujar Yan Salam Wahab, S.H.I., M.Pd.  


Diskusi ini juga membahas berbagai aspek, termasuk penguatan sistem keamanan desa, peran masyarakat dalam menjaga ketertiban, serta strategi menghadapi situasi darurat.  


Masyarakat berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kerjasama yang lebih erat antara TNI, LSM, dan pemerintah daerah guna memastikan keamanan dan ketahanan wilayah tetap terjaga.  (Red)







Rabu, 30 April 2025

Pengurus LSM Talago Batuah Republik Indonesia Koordinasikan Legalitas LSM di Kabupaten Kerinci

 

Fajarbangsa - Pengurus LSM Talago Batuah Republik Indonesia mengambil langkah penting dalam memastikan legalitas lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terdaftar resmi di Kabupaten Kerinci. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi operasional LSM di wilayah tersebut.


Ketua Umum LSM Talago Batuah RI, Yan Salam Wahab, S.Hi., M.Pd, menyatakan bahwa koordinasi ini adalah bagian dari komitmen organisasi untuk mematuhi regulasi dan memastikan LSM yang beroperasi memiliki legitimasi hukum yang jelas. "Langkah ini sangat penting agar semua LSM yang terdaftar memiliki dasar hukum yang kuat, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih maksimal bagi masyarakat," ujar Yan Salam Wahab.


Dalam proses ini, pengurus LSM Talago Batuah RI menjalin sinergi dengan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kerinci Bapak Redi Asri, S.H., M.H.. Beliau menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. "Kami sejalan dengan tujuan LSM Talago Batuah RI untuk memverifikasi legalitas LSM. Pendekatan ini memastikan aktivitas LSM berjalan sesuai aturan dan memberi dampak positif bagi masyarakat Kerinci," jelas Redi Asri.


Langkah koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran LSM dan menciptakan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (Red)

Minggu, 30 Maret 2025

Kadis LH Kota Sungai Penuh Pimpin Aksi Pembersihan Pasar Tanjung Bajure Menjelang Idul Fitri

 

Video : Pembersihan Pasar.Tanjung Bajure

Fajarbangsa - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh, Wahyu Rahman Dedi, SE, M.Si, memimpin langsung aksi pembersihan di Pasar Tanjung Bajure, yang menjadi pusat perhatian untuk kebersihan kota. Kegiatan ini melibatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk LSM Talago Batuah, yang turut membantu jalannya aksi tersebut.  


Wahyu Rahman Dedi memimpin langsung koordinasi aksi pembersihan dengan mengerahkan 9 armada truk untuk mengangkut sampah. Kehadirannya di lapangan menjadi bukti nyata dedikasi beliau dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.  

Dalam kegiatan ini, LSM Talago Batuah memberikan dukungan penuh melalui mobilisasi tenaga kerja dan sumber daya. Dipimpin oleh Kang Hery, LSM tersebut membantu memastikan seluruh sampah di Pasar Tanjung Bajure dapat diangkut dengan cepat. Kolaborasi antara DLH Kota Sungai Penuh dan LSM Talago Batuah menunjukkan semangat gotong royong untuk kebersihan lingkungan.  


Aksi ini tidak hanya bertujuan untuk menjelang hari raya, tetapi juga mencerminkan komitmen jangka panjang Wahyu Rahman Dedi terhadap kebersihan lingkungan. Beliau menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan organisasi masyarakat.  


Masyarakat Sungai Penuh memberikan apresiasi atas upaya Kadis LH dan dukungan LSM Talago Batuah. Banyak yang berharap langkah ini menjadi inspirasi untuk program kebersihan berkelanjutan, terutama di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas sehari-hari.  


Dengan kepemimpinan Wahyu Rahman Dedi dan dukungan dari LSM Talago Batuah, aksi pembersihan ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama yang baik dapat memberikan dampak positif bagi kota dan warganya.  (KH)

Selasa, 18 Maret 2025

Heboh, Penemuan Mayat Hanyut di Jembatan Desa Pinggir Air, Kota Sungai Penuh

 

Fajarbangsa - Sungai Penuh, 18 Maret 2025 – Warga Desa Pinggir Air dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat yang hanyut di aliran sungai pada Selasa siang (18/3). Mayat tersebut terlihat mengapung dan terus terbawa arus sungai, tanpa ada upaya evakuasi yang dilakukan hingga saat ini.


Menurut keterangan warga yang menyaksikan kejadian, mayat tersebut pertama kali terlihat di sekitar jembatan desa. "Kami melihat mayat hanyut di sungai, tapi belum ada yang turun untuk mengevakuasi," ujar salah satu saksi mata.


Pihak kepolisian telah diberitahu mengenai kejadian ini dan diharapkan segera mengambil tindakan untuk mengevakuasi mayat serta mengidentifikasi identitasnya. Hingga berita ini diturunkan, identitas mayat tersebut masih belum diketahui.


Situasi di lokasi kejadian masih menjadi perhatian warga yang berkumpul di sekitar jembatan untuk menyaksikan perkembangan lebih lanjut. (Red)



Minggu, 02 Februari 2025

Dugaan Korupsi Dana Provinsi Senilai Rp.130 Juta, Kades Talang Kemulun Diduga Memperkaya Diri Sendiri

 

Fajarbangsa – Beberapa waktu lalu, Desa Talang Kemulun Kecamatan Danau Kerinci didemo di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh oleh beberapa elemen masyarakat terkait dugaan penyimpangan anggaran ADD DD TA 2023 - 2024 yang terindikasi korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pengelolaannya.


Namun kali ini, yang disorot bukan hanya dana ADD DD yang menjadi dasar utama orasi para pendemo di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh pada Kamis, 30 Januari 2025. Selain itu, dana tambahan dari provinsi senilai Rp.130 juta yang diduga tidak jelas penggunaannya oleh kepala desa dalam pengelolaannya.


Menurut penelusuran media ini, seorang tokoh masyarakat Desa Talang Kemulun yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, "Dana tambahan dari provinsi senilai Rp.130 juta rupiah tahun 2023 untuk pembangunan Desa Talang Kemulun tidak kami ketahui penggunaannya. Seharusnya, sebelum pengelolaan anggaran tambahan tersebut digunakan, pemerintah desa harus melaksanakan rapat terlebih dahulu, menentukan mana saja yang akan dibangun, dan sumber dananya juga harus diinformasikan secara berkala dalam realisasi anggaran," ujarnya.


Saat ditanya wartawan tentang rapat kerja pemerintah desa, ia menambahkan, "Rapat desa tidak pernah dilakukan selama dua tahun terakhir. Dengan kejadian tersebut, kami sama sekali tidak mengetahui apa saja kegiatan yang tengah dilaksanakan atau yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah desa," ketusnya.


Menurut sumber yang sama, transparansi anggaran desa miliaran rupiah dalam pengelolaannya tidak pernah diketahui masyarakat. Disinyalir adanya dugaan SPJ fiktif pada beberapa kegiatan, baik fisik maupun nonfisik, termasuk dugaan pemalsuan tanda tangan dan lainnya. Jika hal tersebut dibiarkan begitu saja, sangat disayangkan anggaran untuk pembangunan desa dijadikan tempat memperkaya diri pribadi kepala desa dan kelompok tertentu.


Selain anggaran ADD DD TA 2023-2024 yang diduga tidak terealisasi dengan baik, kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa, Kepala Desa Talang Kemulun, Radial, juga menjadi sorotan publik di media sosial Facebook beberapa waktu lalu ketika aksi unjuk rasa berlangsung di depan kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.


Hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Talang Kemulun, yang dijabat Radial, tidak pernah bisa ditemui untuk konfirmasi resmi. Masyarakat berharap aparat penegak hukum wilayah Kabupaten Kerinci segera turun tangan untuk memeriksa dan mengaudit dana negara yang dikelola. Kuat dugaan SPJ dana tambahan dari provinsi senilai Rp.130 juta terindikasi fiktif dan tidak jelas pengelolaannya. (IndraW. Iin)


Senin, 13 Januari 2025

Fenomena Sampah. Kerinci dan Kota Sungai Penuh Darurat Sampah: Kebiasaan Lama Sulit Dihapus

 

Fajarbangsa - Fenomena Hari ini 12/1/2025  Masalah sampah di Kerinci dan Kota Sungai Penuh semakin mengkhawatirkan. Beberapa tahun yang lalu, tidak ada sampah yang berjejer di pinggir jalan. Namun, ironisnya, semenjak dibuatnya bak-bak dan penempatan Kontainer pembuangan sampah, justru membuat sampah mulai menumpuk di sepanjang jalan, meskipun baknya sudah tidak ada lagi.


Ketika bak sampah ditempatkan di beberapa titik, masyarakat mulai terbiasa membuang sampah di tempat tersebut. Ketika bak sampah tersebut dihilangkan, kebiasaan membuang sampah di lokasi yang sama tetap berlanjut, menciptakan tumpukan sampah yang merusak pemandangan dan mencemari lingkungan.

Yan Salam Wahab dari Yayasan Yansa Bisa ketika melihat situasi lapangan menyimpulkan "Wajar masyatakat Terpaksa buang buang di sini, karena mobil sampah tidak ada, lalu tempat sampah tidak tersedia lagi, bahkan tersediapun sampah-sampah tetap berhamburan tidak pada tempatnya," ungkap Yan saat di lokasi.


Masalah ini mencerminkan perlunya penanganan yang lebih serius dari pemerintah setempat. Tidak difungsikannya alat-alat dan mesin pengolahan sampah di TPS Regional mencerminkan tantangan besar dalam pengelolaan sampah di Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Pengangkutan sampah yang lamban memperparah situasi, membuat bau yang menyengat dan tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan warga.


Yan Salam Wahab bersama rekan-rekan dari pihak kontrol sosial menyampaikan bahwa sampah-sampah Contohnya di TPS Regional Kota Sungai Penuh yang berada di Desa Sungai Ning, jalan arah ke Puncak, dibuang atau terdorong ke sungai, sehingga mencemari aliran air sungai dan membuat masyarakat sekitar merasa keberatan dengan hal tersebut.


Lalu Efyar  Salah Satu Lembaga Kotrol Sosial daerah, juga berkata "TPS Regional tidak difungsikan dengan benar, sampah yang seharusnya diolah malah didorong ke bibir sungai, sehingga terjadi pencemaran air aliran sungai yang membuat masyarakat keberatan," ujar Efyar


Masalah ini membutuhkan penanganan yang cepat dan efektif dari pemerintah setempat untuk mengatasi darurat sampah yang terjadi di Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Masyarakat berharap agar langkah-langkah konkret segera diambil untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. (Kurang1)


Kamis, 04 Januari 2024

Marak Aktifitas Tambang Galian C salah satu Penyebab Rusaknya Lingkungan, Yan Salam Wahab Penyebab Kerusakan Lingkungan Adalah Ulah Manusia itu Sendiri

 
Yan Salam Wahab, SHi. M.Pd

 Fajar Bangsa, Kerinci-  Pembina Yayasan Yansa-Bisa.or.id yang juga aktivis Senior lintas Daerah Lembaga TB-RI sekaligus Pengamat Sosial dan lingkungan Yan Salam Wahab, S.Hi, M.Pd, angkat bicara terkait  aktifitas yang merusak lingkungan dikarenakan penambangan batu galian golongan C di Kabupaten Kerinci dan Perambahan hutan secara liar.

Menurutnya,Kerusakan lingkungan menjadi faktor penyebab meningkatnya ancaman bencana ekologis. Bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah . Tidak hanya disebabkan oleh faktor iklim, seperti turunya hujan dengan intensitas tinggi, tatapi juga dipicu oleh kerusakan lingkungan.

Sementara itu, faktor utama penyebab kerusakan lingkungan diwilayah tertentu adalah kegiatan ekploitasi sumber daya alam yang tidak memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Melalui sambungan Whatshapnya Kamis,4 Januari 2024 aktivis lingkungan yang bergerak untuk penyelamatan Mata Air mengatakan Penyebab kerusakan lingkungan adalah akibat ulah manusia itu sendiri.Kerusakan yang disebabkan oleh manusia ini justru lebih besar dibanding kerusakan akibat bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara terus menerus dan cenderung meningkat.

Perlu perenungan bahwa stiap tahunnya kita sudah dihiasi bencana dan bukan lagi mitos yang namanya krisis iklim,itu sudah didepan mata kita.

"Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air dan tanah dan lainnya", jelas Yan.

Kejahatan Lingkungan / Eksploitasi Lahan secara liar masih terus terjadi di daerah ini, terutama di kawasan hulu.

Kami berharap Pihak yang memiliki.Kebijakan dalam hal ini Pemerintah, DPRD , Badan Lingkungan Hidup, Aparatur Penegak Hukum dan.lainnya untuk menindak tegas pelaku yang  di duga telah merusak struktur  lingkungan hidup untuk kepentingan Pribadi dengan tidak mempertimbangkan aspek ekologis daerah sekitar", harapnya.(red)

Minggu, 28 Mei 2017

Warga Keluhkan Listrik Padam Hingga 5 Jam

 

FAJARBANGSA.CO.ID, KERINCI - Di hari pertama buka puasa pada Sabtu (27/5) sebagian masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dibuat kesal oleh PT PLN (Persero) wilayah Kerinci -Sungai Penuh. Hal tersebut diakibatkan, listrikpadam secara tiba-tiba menjelang berbuka. Akibatnya, masyarakat yang hendak berbuka puasa, terpaksa memanfaatkan sventer dan lampu cas untuk menyelesaikan buka puasa. Begitu juga saat pelaksanaan shalat tarawih, dan tadarus.
Kondisi ini, memprihatinkan ketenangan masyarakat. Pasalnya, sepekan menjelang puasa lampu tidak pernah mati, dan tiba-tiba menjelang berbuka lampu dimatikan. "Kami merasa kesal terhadap pelayanan PLN, masa di hari pertama puasa, lampu sudah dimatikan," keluh Anisa, warga Desa Sebukar, Kecamatan Sitinjau Laut, Kerinci.
Listrik pasam mulai pukul 17 00 WIB hingga pukul 22.00 Wib. Untuk itu, mereka meminta pihak PLN bekerja secara maksimal untuk mengantisipasi pemadaman, agar masyarakat tidak dirugikan.
"Tolonglah di bulan Ramadan, pemadaman maupun gangguan sesaat diatasi dengan baik," harapnya.

Warga Keluhkan Listrik Padam Hingga 5 Jam

 

FAJARBANGSA.CO.ID, KERINCI - Di hari pertama buka puasa pada Sabtu (27/5) sebagian masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dibuat kesal oleh PT PLN (Persero) wilayah Kerinci -Sungai Penuh. Hal tersebut diakibatkan, listrikpadam secara tiba-tiba menjelang berbuka. Akibatnya, masyarakat yang hendak berbuka puasa, terpaksa memanfaatkan sventer dan lampu cas untuk menyelesaikan buka puasa. Begitu juga saat pelaksanaan shalat tarawih, dan tadarus.
Kondisi ini, memprihatinkan ketenangan masyarakat. Pasalnya, sepekan menjelang puasa lampu tidak pernah mati, dan tiba-tiba menjelang berbuka lampu dimatikan. "Kami merasa kesal terhadap pelayanan PLN, masa di hari pertama puasa, lampu sudah dimatikan," keluh Anisa, warga Desa Sebukar, Kecamatan Sitinjau Laut, Kerinci.
Listrik pasam mulai pukul 17 00 WIB hingga pukul 22.00 Wib. Untuk itu, mereka meminta pihak PLN bekerja secara maksimal untuk mengantisipasi pemadaman, agar masyarakat tidak dirugikan.
"Tolonglah di bulan Ramadan, pemadaman maupun gangguan sesaat diatasi dengan baik," harapnya.

Kamis, 11 Mei 2017

Setelah Viral karena Tambang galian C, Kini Oknum Anggota DPRD Kerinci Kembali Viral Karena Kasus yang Berbeda

 
Kerinci.Fajarbangsa.co.id- Beberapa waktu lalu gencar pemberitaan masalah tambang galian C milik anggota DPRD Kerinci ber inisial AY. Malam ini (11/5) kembali di Media Sosial menjadi viral karena status dari AR.

Dalam Statusnya dia sempat menyebutkan nama Oknum anggota DPRD yang ber inisial AY.

Di Akun AR menuliskan "Asmlkm mohon masukan teman watawan, apa yg harus kito lakukan  kepado salah satu anggota DPRD kab, kerinci yg telah meresahkan dan mengganggu ketenangan, membuat rumah tangga aku dgn anakku jadi ribut, kito korankan atau kito polisikan , mohon rekan wartawan solusinya, sebelum aku ambil tindakan yg menyalahi hukum.. Trimks."

"Jangan kau anggap hartamu yg banyak itu isa membutakan mataku. Untuk yg kedua kalinyo ku peringatkan... Biar aku miskin, tetapi harga diriku lebih penting dari hartamu.." Tulis AR

Saat di konfirmasi AR memberi penjelasan.  "Meminta Badan Kehormatan Dewan menanggapi kasus ini dengan serius sampai tuntas,"Ujarnya.

Sampai berita ini di turunkan. dari pihak Media Lacaknews berusaha beberapa kali menghubungi AY via Hand Phon minta konfirmasi. Namun nomor yang bersangkutan tidak bisa di hubungi/Tidak Aktif.  SMS tidak dijawab.

Beberapa orang Anggota DPRD Kerinci diminta keterangan dan tanggapan. tapi belum yang ada berani memberi komentar.

Lacaknews

Setelah Viral karena Tambang galian C, Kini Oknum Anggota DPRD Kerinci Kembali Viral Karena Kasus yang Berbeda

 
Kerinci.Fajarbangsa.co.id- Beberapa waktu lalu gencar pemberitaan masalah tambang galian C milik anggota DPRD Kerinci ber inisial AY. Malam ini (11/5) kembali di Media Sosial menjadi viral karena status dari AR.

Dalam Statusnya dia sempat menyebutkan nama Oknum anggota DPRD yang ber inisial AY.

Di Akun AR menuliskan "Asmlkm mohon masukan teman watawan, apa yg harus kito lakukan  kepado salah satu anggota DPRD kab, kerinci yg telah meresahkan dan mengganggu ketenangan, membuat rumah tangga aku dgn anakku jadi ribut, kito korankan atau kito polisikan , mohon rekan wartawan solusinya, sebelum aku ambil tindakan yg menyalahi hukum.. Trimks."

"Jangan kau anggap hartamu yg banyak itu isa membutakan mataku. Untuk yg kedua kalinyo ku peringatkan... Biar aku miskin, tetapi harga diriku lebih penting dari hartamu.." Tulis AR

Saat di konfirmasi AR memberi penjelasan.  "Meminta Badan Kehormatan Dewan menanggapi kasus ini dengan serius sampai tuntas,"Ujarnya.

Sampai berita ini di turunkan. dari pihak Media Lacaknews berusaha beberapa kali menghubungi AY via Hand Phon minta konfirmasi. Namun nomor yang bersangkutan tidak bisa di hubungi/Tidak Aktif.  SMS tidak dijawab.

Beberapa orang Anggota DPRD Kerinci diminta keterangan dan tanggapan. tapi belum yang ada berani memberi komentar.

Lacaknews