Sports

.

Kamis, 02 Oktober 2025

Pasca Bangunan Ponpes Ambruk di Sidoarjo, Santri Tewas: Sorotan Publik Terarah ke Pengawasan Konstruksi Pesantren

 


TR News - Sidoarjo — Bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk saat ratusan santri sedang melaksanakan salat Ashar berjamaah, Senin (30/9). Tiga santri meninggal dunia, puluhan lainnya luka-luka, dan puluhan sempat terjebak di bawah puing-puing.


Bangunan yang runtuh diketahui masih dalam tahap pembangunan. Menurut kesaksian santri, pengecoran lantai atas dilakukan langsung dan penuh tanpa bertahap. Beban cor diduga terlalu berat hingga struktur bangunan jebol seketika.

Salah satu korban selamat, Muhammad Rijalul Qoib (13), mengatakan dirinya sempat tertimpa atap dan berhasil keluar lewat celah reruntuhan. “Pas salat, tiba-tiba bangunan ambruk. Saya lari, tapi tertimpa atap,” ujarnya.


Tiga santri yang meninggal dunia adalah Maulana Affan Ibrahimafic (15), Mochammad Mashudul Haq (14), dan Muhammad Soleh (22). Evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan, dengan total 102 santri berhasil dikeluarkan dari lokasi.

Insiden ini memicu sorotan publik terhadap praktik pembangunan di lingkungan pesantren. Tak berselang lama, viral di media sosial video santri Pesantren Lirboyo, Kediri, yang ikut mengecor bangunan tanpa alat pelindung dan tanpa pengawasan teknis. Santri terlihat mengangkat ember cor di lantai atas, berdiri di tepian bangunan tanpa pengaman.


Kedua peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius: di mana pengawasan konstruksi? Mengapa bangunan pendidikan bisa dibangun tanpa standar teknis yang layak?


Pakar teknik sipil dan aktivis pendidikan menilai bahwa pembangunan fasilitas pesantren harus tunduk pada regulasi konstruksi yang ketat. Audit struktural, keterlibatan insinyur bersertifikat, dan pengawasan lapangan wajib diterapkan. Pembangunan swadaya tidak boleh mengabaikan keselamatan jiwa.


Pesantren adalah tempat menimba ilmu, bukan zona rawan bencana. Tragedi Sidoarjo dan insiden Lirboyo adalah alarm keras bahwa keselamatan santri harus menjadi prioritas utama. (NN)








Tidak ada komentar:
Write komentar