TR News - Jakarta, 29 Agustus 2025 — Affan Kurniawan tidak pernah pulang malam itu. Ia hanya ingin menyelesaikan satu pesanan terakhir sebelum kembali ke rumah kontrakan kecil di Cempaka Putih. Tapi takdir berkata lain. Di tengah demonstrasi yang memanas di depan Gedung DPR RI, tubuhnya ditabrak dan tergilas kendaraan barracuda milik Brimob. Ia tewas seketika.
Affan, 27 tahun, anak sulung dari tiga bersaudara, dikenal sebagai tulang punggung keluarga. Sejak ayahnya meninggal dua tahun lalu, ia berhenti kuliah dan menjadi pengemudi ojek online demi membiayai sekolah adik-adiknya. “Dia selalu bilang, ‘Ma, sabar ya. Nanti kita bisa punya rumah sendiri.’ Sekarang saya cuma bisa peluk jaket hijaunya,” ujar ibunya, Sumarni, sambil tersungkur di depan gerbang DPR.
Rekaman video yang beredar menunjukkan Affan berjalan pelan, menunduk, mencoba keluar dari kerumunan. Barracuda melaju tanpa peringatan. Tubuhnya terpental, lalu tergilas. Jeritan massa tak mampu menghentikan laju kendaraan. Beberapa pengemudi ojol berusaha menolong, tapi sudah terlambat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf. “Saya menyesali peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya kepada korban, keluarga, dan seluruh komunitas ojol,” katanya. Tapi bagi keluarga, permintaan maaf tak bisa menghidupkan Affan kembali.
Adik bungsunya, Raka, hanya bisa menatap layar ponsel yang menampilkan foto terakhir Affan: tersenyum, memegang helm, dengan caption “Semangat cari rezeki.” Ia tak tahu bahwa itu akan jadi foto terakhir kakaknya.
Komunitas ojol di seluruh Indonesia menggelar aksi diam. Mereka berdiri di pinggir jalan, menyalakan lampu hazard, dan menunduk selama satu menit. Di media sosial, tagar #AffanTakPulang dan #OjolDitabrakNegara menjadi simbol duka dan kemarahan.
LBH Jakarta dan Koalisi Ojol Bersatu menuntut investigasi terbuka, sanksi pidana terhadap pengemudi barracuda, dan kompensasi penuh untuk keluarga korban. Mereka juga mendesak agar kendaraan taktis tidak lagi digunakan dalam pengamanan demonstrasi sipil. (Red)





Tidak ada komentar:
Write komentar